Wawancara Eksklusif: Pengalaman Observasi Lapangan Level 9 SMPIT THI, Mengungkap Pesona Koleksi Museum – SMPIT Tunas Harapan Ilahi
Info Sekolah
Saturday, 18 Apr 2026
  • SMPIT Tunas Harapan Ilahi Kota Tangerang membuka Pendaftaran Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2026/2027 mulai 1 Oktober sampai 30 November 2025
11 September 2025

Wawancara Eksklusif: Pengalaman Observasi Lapangan Level 9 SMPIT THI, Mengungkap Pesona Koleksi Museum

Thursday, 11 September 2025 Kategori : Pendidikan

Tangerang, 11 September 2025 — Pelaksanaan observasi lapangan bagi siswa-siswi kelas 9 SMPIT THI pada Rabu kemarin (10/9) menyisakan kesan mendalam. Tiga museum di kawasan Kota Tua menjadi destinasi, yakni Museum Keramik, Museum Wayang, dan Museum Bank Indonesia.

Dalam kesempatan ini, tim jurnalistik berhasil mewawancarai dua narasumber, Ibu Rina Adriana, S.Pd. sebagai Ketua Pelaksana dan Nada, salah satu siswi dari kelas 9B. Mereka berbagi cerita tentang pengalaman yang beragam, mulai dari kekaguman hingga momen tak terlupakan yang mereka alami.

Museum Keramik: Antara Ekspektasi dan Realita

Kunjungan edukasi yang pertama dilaksanakan di Museum Seni Rupa dan Keramik. Siswa kelas 9 dibagi menjadi tiga kelompok. Ruang Keramik, Lantai dua dan area Pottery.

Antusias siswa terlihat saat memasuki ruangan yang dikunjungi. “Sebenarnya saya sangat bersemangat, karena seru sekali bisa melihat koleksi,” ujar Nada mengawali ceritanya tentang kunjungan ke Museum Keramik. Namun, ekspektasinya sedikit berbeda dengan kenyataan. “Mungkin karena kami hanya berada di bagian kanan dan tidak sampai ke ruang tengah, jadi koleksinya terasa sangat sedikit.”

Perlu diketahui di waktu yang bersamaan juga ada tiga sekolah lainnya yang berkunjung. Sehingga suasananya begitu ramai dan Nada juga merasa alur kunjungan terlalu cepat. “Pemandu wisata berbicara sangat cepat. Saya tidak sempat membaca keterangan dari koleksi keramiknya,” ungkapnya.

Museum Wayang: Ketakutan yang Tak Terduga

Usai menyelesaikan kunjungan di Museum Seni Rupa dan Keramik. Kunjungan dilanjutkan ke Museum Wayang. Di Museum tersebut, rupanya memberikan pengalaman yang lebih berkesan. “Museum Wayang ini seru sekali,” kata Nada antusias. “Apalagi ada Gatot Kaca, itu benar-benar bagian favorit saya.” lanjutnya lagi.

Di tengah kekagumannya, terselip sebuah momen yang cukup menggelitik. Nada mengaku merasa ketakutan saat melihat ondel-ondel di area tunggu. “Seram, rasanya seperti sedang diperhatikan. Saya hampir tertinggal dari rombongan karena melamun sambil menatap ondel-ondel itu,” imbuhnya, merasa heran kenapa bisa sampai melamun.

Seperti di Museum sebelumnya, Nada juga merasa bahwa di museum yang kedua ini, alur tour guide terlalu cepat sehingga ia mengungkapkan sedikit kekecewaannya. “Aku merasa terlalu cepat, padahal aku pengin banget baca keterangan setiap koleksi. Koleksinya juga tidak terlalu banyak, jadi sempat mikir, ‘yah segini doang nih?’,” ungkapnya.

Museum Bank Indonesia (MuBI): Arsitektur Megah dan Koleksi Menawan

Perjalanan observasi lapangan kemudian dilanjutkan menuju ke Museum Bank Indonesia, yang memakan waktu kurang lebih lima menit lamanya. “Mataharinya memang panas sekali, rasanya membakar kulit,” ujar Nada sambil tertawa kecil. “Tapi semuanya terbayarkan begitu masuk museum. Favoritku MuBI, aku suka banget arsitekturnya yang megah dan menawan. Penjelasan dari teater di sana juga sangat membantu dan mudah dimengerti,” uangkapnya gembira.

Nada menambahkan bahwa koleksi di MuBI sangat menarik, dan ia bahkan menemukan beberapa spot foto yang instagramable.

Dengan demikian, secara keseluruhan kegiatan observasi ini dinilai sangat positif oleh Nada, meskipun ada beberapa hal terkait alur tour guide yang agak cepat. “Tapi tidak apa-apa, sudah seru banget kok, apalagi kami perginya ramai-ramai. Mungkin nanti koleksinya bisa bertambah lagi.”

Secara keseluruhan, Nada memberikan nilai 8.2 dari 10 untuk kegiatan observasi ini. Ia berharap koleksi museum bisa bertambah lagi dan durasi kunjungan dapat disesuaikan agar para siswa memiliki kesempatan lebih untuk menikmati setiap detail dari koleksi yang ada.

Pelaksanaan observasi lapangan ini dimulai pukul 06.40 pagi saat keberangkatan, dan berakhir sampai kembali di lokasi awal keberangkatan yaitu di Poris Residence, dengan membawa pulang banyak cerita dan pengalaman baru bagi Nada dan seluruh peserta Observasi Lapangan.

Tanggapan Ibu Rina tentang Pelaksanaan Observasi

Menanggapi pengalaman siswa-siswinya, Ibu Rina Adriana menekankan pentingnya kunjungan ini sebagai media pembelajaran di luar kelas. Kunjungan ini mengintegrasikan berbagai mata pelajaran yang dipelajari siswa, seperti Bahasa Indonesia, TIK, PKN, IPS, dan Bahasa Inggris.

 

Author : Anik Ariyanti, S.S.I

Editor : Garin Dwi Nugraha, S.Kom